Minggu, 07 April 2013

Semester 6...

Semester 6, semester yang paling ruweeeeet! bikin PI, belum lagi tugas presentasi yang hampir setiap minggu. Entah mana yang harus diprioritasin duluan. huuuuh. bukannya mengerjakan tugas satu per satu tetapi malah cuma memikirkan bagaimana tugas itu dikerjakan, ya nggak akan selesai..
PI, PI, dan PI. tersendat di cara pengerjaannya, yang nggak tau harus minta tolong sama siapa buat bantuin ngajarin bikin aplikasinya. tersendat lagi di penulisan, buat sumber referensinya, bingung mau nyari dimana. tugas, tugas, dan tugas. semua tugas maunya dikerjain secepatnya, biar cepet selesai. tapi yang ada malah PI-nya terus-terusan keundur. serba salah. haaaaaaaaah :''(
Cuma bisa berdoa supaya PI-nya bisa selesai tepat waktu, lancar semuanya, lancar sidangnya, dan lulus tanpa revisi. Amin ya Allah...

Senin, 18 Maret 2013

Idolaku, Raditya Dikaku...

     Raditya Dika adalah seorang penulis. Lucu. Ganteng. Pintar. Buat saya pribadi, orang yang lucu itu selalu punya nilai plus tersendiri di mata saya :p saya mulai mengenal Raditya Dika sewaktu saya kelas 2 SMA. Pada waktu itu, Raditya Dika sedang mengeluarkan buku barunya yang berjudul Radikus Makankakus. Teman-teman kelas saya, yang sudah membaca buku Radikus Makankakus tersebut heboh menceritakan betapa lucunya buku itu. Kemudian saya tertarik untuk membaca buku itu, dan hasilnya saya tertawa terbahak-bahak. Dan saya menjadi ketagihan untuk membaca buku Raditya Dika yang lainnya. Radikus Makankakus itu adalah buku ketiga Raditya Dika. Buku Raditya adalah buku yang menceritakan pengalaman pribadinya.
    Koleksi saya terhadap buku Raditya Dika komplit!:D dimulai dari buku pertama sampai buku terakhirnya saat ini, termasuk 2 komiknya. Salah satu dari buku Raditya Dika yang berjudul Kambing Jantan juga pernah diangkat menjadi sebuah film yang berjudul sama dengan judul bukunya yaitu Kambing Jantan. Saya tidak sempat menonton film tersebut di bioskop, tetapi saya membeli dvd-nya :D saya juga mempunyai salah satu merchandise dari Raditya Dika yaitu kaos Marmut Merah Jambu. Marmut Merah Jambu merupakan judul buku terakhir dari Raditya Dika untuk saat ini. Saya mendapatkan kaos tersebut dari pembelian secara online di sebuah situs penjualan buku-buku. Untuk 100 orang pembeli pertama akan mendapatkan kaos tersebut. Dan saya merupakan salah satu orang yang beruntung yang mendapatkan kaos tersebut secara gratis :D Saya juga pernah mengikuti seminar dan talkshow Raditya Dika. Dan hasilnya....... sangat memuaskan hahahahaha :D
    Baru-baru ini Raditya Dika juga membuat serial komedi yang di upload di Youtube yang berjudul Malam Minggu Miko. Miko disini adalah Raditya Dika. Serial komedi ini menceritakan tentang malam minggunya miko yang selalu berakhir gagal dengan gebetannya hahaha ditambah lagi dengan sahabatnya Miko yaitu Rian yang juga 11-12 sama Miko nasibnya hahaha hanya Mas Anca yang mempunyai nasib yang baik dalam hal pacaran hahaha. Saya beruntung mengetahui Raditya Dika :D:D:D
Terimakasih... :D

Sahabatku...

      Menurut saya, sahabat itu adalah orang terdekat kita setelah keluarga. Sahabat adalah orang yang bisa berbagi kebahagiaan dan kesedihan. Sahabat juga harus bisa menerima kelebihan dan kekurangan kita, selayaknya pacar :p sahabat juga harus bisa menghargai apapun keputusan yang kita ambil.
      Saya memiliki 3 orang sahabat. Kami berteman sejak kami SMA. Selama kami masih satu sekolah, kami menghabiskan waktu bersama-sama, tetapi ketika kami sudah lulus dan melanjutkan ke perkuliahan, waktu libur kami terkadang bentrok, sehingga waktu bermain kami tidak sesering dulu. Belum lagi ditambah kesibukan untuk mengerjakan tugas masing-masing, semakin sulit untuk kami menyocokkan jadwal libur kami. Namun, jika ada waktu luang untuk bertemu, kami akan memaksimalkan waktu untuk bertemu kangen dengan sebaik-baiknya.
      Ketiga sahabat saya bernama cia, palian, dan erna. Kesamaan kami adalah sama-sama tukang makan. Agak sulit untuk kami menolak setiap ada ajakan untuk makan haha :p saya akan menceritakan satu per satu pendapat saya tentang ketiga sahabat saya :D yang pertama adalah cia. Cia itu adalah nama panggilan. Nama aslinya adalah Noermaliansyah. Saya dari SMP sudah berteman dengan cia, lumayan dekat. Tetapi di SMA lebih dekat lagi. Cia sekarang kuliah di Universitas Al Azhar Indonesia, dia mengambil jurusan Komunikasi. Cia itu orangnya ceplas-ceplos, lucu, gila, enaaaaaak buat diajak cerita, duh selalu bisa ketawa deh kalau lagi sama cia, sama semuanya juga sih sebenarnya :D saya rasa untuk cia cukup sampai sini :p yang kedua adalah palian. Palian itu nama aslinya adalah Valian Indriany. Berhubung ayah saya orang sunda, jadi manggil palian lebih enak :p Palian sekarang kuliah di Universitas Kristen Indonesia, dia mengambil fakultas Kedokteran. Diantara kami berempat, palian adalah orang yang paling mungil haha tetapi pemikiran dia paling dewasa diantara kami. Palian itu orangnya juga suka ceplas-ceplos, lucu juga, gila juga, paling enaaaaak buat diajak cerita dan diminta pendapat. Palian juga orang yang paling tau gimana saya, segala sesuatunya deh, sahabat yang paling peka sama saya ya palian. Saya rasa palian juga cukup sampai sini :D dan yang terakhir adalah erna. Erna nama panjangnya adalah Erna Regina. Erna kuliah di Universitas Trisakti dengan jurusan Teknologi Industri. Diantara kami berempat, usia yang paling tua itu ya erna haha. Erna itu orangnya kalau lagi di tempat umum ngga suka sama berisik dan sesuatu yang malu-maluin hahaha tetapi kalau lagi di lingkup pribadi kami, tingkah konyolnya keluar hahaha. Saya rasa cukup untuk menceritakan tentang ketiga sahabat saya. Terimakasih :D

Sabtu, 16 Maret 2013

Tugas Analisis & Perancangan Sistem Informasi


KLASIFIKASI SISTEM



1.     Deterministik Sistem
Sistem dimana operasi-operasi (input/output) yang terjadi didalamnya dapat ditentukan atau diketahui dengan pasti.
Contoh :
Program komputer, melaksanakan secara tepat sesuai dengan rangkaian instruksinya.


2.    Probabilistik Sistem
Sistem yang input dan prosesnya dapat didefinisikan, tetapi output yang dihasilkan tidak dapat ditentukan dengan pasti.
Contoh :
Sistem penilaian ujian, sistem pemasaran.


3.    Open System
Sistem yang mengalami pertukaran energi, materi atau informasi dengan lingkungannya.
Contoh :
Sistem keorganisasian memiliki kemampuan adaptasi. (Bisnis dalam menghadapi persaingan dari pasar yang berubah. Perusahaan yang tidak dapat menyesuaikan diri akan tersingkir).


4.    Closed System
Sistem fisik di mana proses yang terjadi tidak mengalami pertukaran materi, energi atau informasi dengan lingkungan di luar sistem tersebut.
Contoh :
Reaksi kimia dalam sebuah tabung berisolasi dan tertutup.


5.    Relatively Closed System
Sistem yang tertutup tetapi tidak tertutup sama sekali untuk menerima pengaruh-pengaruh lain.
Contoh :
Sistem komputer. (Sistem ini hanya menerima masukan yang telah ditentukan sebelumnya, mengolahnya dan memberikan keluaran yang juga telah ditentukan sebelumnya. Tidak terpengaruh oleh gejolak di luar sistem).


6.    Artificial System
Sistem yang meniru kejadian di alam, dimana manusia tidak mampu melakukannya. Dengan kata lain tiruan yang ada di alam.
Contoh :
Sistem Artificial Intelligent, yaitu program komputer yang mampu membuat komputer seolah-olah berpikir.


7.    Natural System
Sistem yang terjadi melalui proses alam.
Contoh :
Sistem tata surya.


8.    Manned System
Sistem penjelasan tingkah laku yang meliputi keikutsertaan manusia.
Contoh :
Pada bidang sistem informasi, faktor komputer dan program komputer biasanya "Relatively Closed dan Deterministik", tetapi faktor manusia sebagai pengelolanya adalah "Open dan Probabilistik Sistem ".



Referensi :

Jumat, 30 November 2012

TUGAS TTS BAHASA INDONESIA (SOFTSKILL)


MENDATAR
1.             BAKU
3.             RAGAM
6.             LINGUIS
7.             MAKNA
8.             SEMA
9.             OPHUIJSEN
11.         TITIK
15.         TITIKKOMA
17.         INDONESIA
18.         DIA
19.         KAMI
20.         AKU



MENURUN
1.             BAHASA
2.             KALIMAT
3.             RESMI
4.             MELAYU
5.             SUBYEK
10.         EJAAN
12.         TITIKDUA
13.         FAKTA
14.         ALIBI­
15.         TANYA
16.         KOMA

Kamis, 11 Oktober 2012

Kata Serapan


KATA SERAPAN

       Bahasa Indonesia menyerap banyak unsur dari pelbagai bahasa lain, baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing seperti Sanskerta, Arab, Portugis, Belanda, atau Inggris.
        Unsur pinjaman dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar, yaitu :
1.         Unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.
Contoh :
conflict    –   konflik
code          –    kode
kantoor   –    kantor
2.         Unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia dan pengucapannya masih mengikuti cara asing.
Contoh :
Reshuffle
Shuttle cock

Proses penyerapan kata dapat dipertimbangkan jika salah satu syarat dibawah ini terpenuhi, yaitu :   
1.         Istilah serapan yang dipilih cocok konotasinya.
2.         Istilah yang dipilih lebih singkat dibandingkan dengan terjemahan Indonesianya.
3.         Istilah serapan yang dipilih dapat mempermudah tercapainya kesepakatan, jika istilah Indonesia   terlalu banyak sinonimnya.
Di Indonesia, kata serapan sudah tidak asing lagi bila ada seseorang yang mengucapkannya. Kata serapan juga dibutuhkan dalam berkomunikasi sehari-hari, karena terkadang istilah dari kata serapan tersebut lebih singkat dibandingkan terjemahan dalam bahasa Indonesianya. Salah satu contohnya adalah kata “try out”. Try out merupakan istilah dari bahasa Inggris yang mempunyai terjemahan dalam bahasa Indonesianya adalah uji coba. Masyarakat Indonesia, khususnya untuk pelajar dan guru-guru, lebih sering menggunakan kata “try out”  dibandingkan dengan terjemahannya yaitu uji coba.





Sumber :

Achmad Fanani, S.S., M.Pd. dan Khusnul Khotimah, S.S., M.Pd. 2012. EYD Panduan Cerdas dan Lengkap Berbahasa Indonesia. Yogyakarta: Pelangi
Indonesia.

Sabtu, 29 September 2012

TUGAS 2 BAHASA INDONESIA


”Bahasa sebagai Alat Pencari Kerja”


Derasnya arus globalisasi di dalam kehidupan kita akan berdampak pula pada perkembangan dan pertumbuhan bahasa sebagai sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Di dalam era globalisasi itu, bangsa Indonesia mau tidak mau harus ikut berperan di dalam dunia persaingan bebas, baik di bidang politik, ekonomi, maupun komunikasi.
Bagi orang asing, belajar Bahasa Indonesia diperlukan sebagai alat untuk mendapatkan sesuatu, misalnya pekerjaan, mengenal dan mempelajari budaya Indonesia, berwisata, berbisnis, mencari data untuk kepentingan riset dalam rangka memperoleh gelar, dan untuk kepentingan politik. Berbahasa Indonesia dengan bahasa baku dalam mencari pekerjaan sangat dibutuhkan, karena sebuah perusahaan tidak hanya menilai kemampuan intelektual atau keterampilan kita saja, tetapi tutur bahasa kita juga dinilai oleh perusahaan tersebut. Kesan pertama yang didapatkan oleh para penyaring calon pekerja yang dilalui oleh lamaran tertulis dan/atau wawancara dengan pencari kerja tersebut adalah tutur bahasa kita dan cara kita berkomunikasi dengan rekan kerja. Ketidaklancaran komunikasi antara calon pekerja dengan penyaring calon pekerja tersebut cenderung ditafsirkan sebagai ketidakmampuan tenaga pencari kerja tersebut untuk melaksanakan beban kerja lowongan yang ada.
Bahasa baku, termasuk lafal baku, dapat menjadi masalah jika ragam bahasa baku itu dijadikan sebagai suatu prasyarat untuk bisa diterima sebagai tenaga kerja dalam suatu lembaga atau perusahaan. Buruh-buruh di suatu pabrik atau perkebunan serta pesuruh, tukang kebun, dan tenaga administrasi rendahan di kantor-kantor tidak perlu dipersyaratkan menguasai bahasa Indonesia baku secara lisan dan tertulis sama baik dengan mandor atau kepala bagian di kantor-kantor.
Selain berbahasa Indonesia baku, juga dibutuhkan lancar atau paham berbahasa Inggris. Pada zaman sekarang, hampir seluruh perusahaan di Indonesia membutuhkan kita untuk bisa berbahasa Inggris.
Pada lowongan pekerjaan yang ada di berbagai surat-kabar atau iklan kerja, tampak jelas bahwa di samping kemampuan lain, bahasa Inggris telah menjadi syarat utama perekrutan karyawan. Mencari kerja tanpa dibarengi kemampuan bahasa Inggris yang menonjol, baik lisan maupun tulis, menyebabkan seseorang menanggung kekhawatiran tertentu. Persyaratan kemampuan bahasa Inggris itu seakan menjadi harga mati (fixed price) yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.
Bahasa Inggris telah dianggap sebagai alat utama meningkatkan kinerja seseorang. Entah benar atau salah asumsi demikian, fakta telah menunjukkan kecenderungan bahwa seseorang yang berkemampuan bahasa Inggis buruk tidak akan menemukan kemudahan dalam merintis atau meniti karir.
Bahasa Inggris bukanlah satu-satunya kemampuan yang dituntut oleh pangsa pasar kerja. Akan tetapi, bahasa Inggris tidaklah dapat dikesampingkan begitu saja—jika seseorang tidak ingin “dikesampingkan” oleh pangsa kerja itu sendiri. Dengan kalimat lain, berkemampuan bahasa Inggris yang bagus, lisan dan tulis, bukan lagi tuntutan yang mewah dan bergengsi, melainkan sebuah kewajaran dan (bahkan) keharusan. Dengan bantuan kemampuan bahasa Inggris yang memadai, kita akan memperoleh kemudahan dalam merintis suatu karir dan sekaligus mengembangkan karir tersebut.


Sumber :